Atambua 85702, Timor - NTT
Friday, 06-03-2026 / 21:17:09 pm
(0389) 21547
Loading...

SEJARAH SINGKAT

Keuskupan Atambua merupakan keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Kupang. Wilayahnya meliputi 5200 km persegi dan mencakup Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Keuskupan ini berpusat di Atambua. Jumlah umat Keuskupan Atambua kini lipat dua dibanding data tahun 1970 setelah dipisahkan dengan Keuskupan Kupang, menjadi lebih dari setengah juta orang.

Keuskupan Atambua memiliki 62 paroki yang berada di wilayah Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara. Keuskupan Atambua memiliki 4 Dekenat yaitu Dekenat Belu Utara memiliki 17 paroki, Dekenat Malaka memiliki 15 paroki, Dekenat Kefamenanu memiliki 10 paroki dan Dekenat Mena memiliki 10 paroki.

Pada tahun 1883, para misionaris Yesuit mendirikan stasi yang pertama di Atapupu dan pada tahun 1886 di Lahurus. Selanjutnya pada tahun 1913 pelayanan di Timor diserahkan kepada para misionaris Societas Verbi DIvini (SVD) dengan Lahurus sebagai pusat misi pada waktu itu. Pada 16 Juli 1889, di Lahurus berdirilah Sekolah Dasar pertama di Timor.

Tahun 1913 Pulau Timor menjadi bagian dari wilayah Prefektur Apostolik Kepulauan Sunda Kecil dengan Mgr. Petrus Noyen, SVD sebagai Prefektur Apostolik. Guru-guru Agama mulai memegang peranan penting dalam meletakkan dasar Kristiani di kalangan Umat Katolik Timor.

Tahun 1936, Timor menjadi Vikariat sendiri dengan nama “Vicariat Apostolik Atambua” dan Mgr. Jacobus Pessers, SVD ditunjuk sebagai Vikaris Apostolik pertama pada 16 Juni 1937. Pada waktu itu sudah ada sekitar 42.000 umat Katolik yang dilayani oleh 19 Imam, 3 Bruder dan 12 Suster.

Seminari Menengah Lalian, satu-satunya Seminari dalam Keuskupan Atambua, didirikan pada 8 September 1950. Tahun 1957 didirikan Biara Santo Yosef Nenuk tempat pembinaan bagi Bruder-bruder Timor.

Pada 3 Januari 1961, Vikariat Apostolik Atambua menjadi Keuskupan Atambua dan sebagai Gereja setempat Keuskupan Atambua dipimpin oleh Mgr. Theodorus Sulama, SVD. Tanggal 21 September 2007 merupakan hari bersejarah dimana terjadi pentahbisan Uskup Atambua yang baru dan sekaligus peralihan kepemimpinan dari Mgr. Anton Pain Ratu, SVD (1984-2007) kepada penggantinya Mgr. Dr. Dominikus Saku, seorang imam Projo Keuskupan Atambua.

 

 

VISI MISI DAN STRATEGI PASTORAL

Visi, Misi dan Strategi Pastoral Keuskupan Atambua untuk periode 2019-2023, yakni :

VISI :

Umat Allah Keuskupan Atambua Semakin Unggul, Cerdas dan Sejahtera dalam Terang Iman dan Persahabatan Kristiani.

MISI :

1. Meningkatkan Pastoral Pendidikan yang Integratif.

2. Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

3. Mewujudkan Persaudaraan Kristiani

Strategi Pastoral:

Melakukan Sosialisasi Visi, Misi, Strategi dan Program kerja pastoral Keuskupan Atambua 2019-2023; Menciptakan Guru Profesional; Menciptakan Guru Katolik yang berpenghasilan sesuai dengan ketentuan UMP/UMR; Menyediakan regulasi yayasan dalam pengangkatan guru; Menyusun Master Plan pendidikan dan latihan profesi bagi guru; Membentuk keluarga katolik yang rukun dan memiliki habitus pendidikan Katolik; Membentuk wadah kaderisasi bagi pembentukan karakter Remaja dan OMK; Menyediakan asrama yang menghidupi habitus pendidikan Katolik di Paroki; Membentuk kelompok literasi bagi anak-anak dan remaja di paroki; Menjalin relasi kemitraan antara orang tua, sekolah, yayasan dan pemerintah; Menyediakan dana solidaritas pendidikan antar sekolah Katolik; Membentuk pilot project di paroki-paroki,misalnya kebun percontohan, peternakan, dan kerajinan rumah tangga khas budaya setempat; Membentuk unit-unit produksi di keluarga dan sekolah-sekolah, khususnya sekolah Katolik; Menyediakan Lapangan kerja bagi lulusan sekolah kejuruan; Menyediakan tenaga terlatih yang profesional di bidang peternakan, pertanian dan kerajinan tangan; Mewujudkan keluarga-keluarga yang memahami Financial Literacy; Membangun trainning center bagi calon pekerja dan OMK; Mendampingi keluarga-keluarga Katolik untuk memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya; Membentuk kerjasama kemitraan antara paroki, pemerintah dan LSM untuk pengembangan ekonomi kreatif; dan Melakukan evaluasi secara terus menerus dan berjenjang.

 

DAFTAR NAMA USKUP DARI DULU SAMPAI SEKARANG

 Mgr. Jacques Pessers, SVD

Uskup Atambua pertama adalah Mgr Jacques Pessers SVD. Uskup kelahiran Tilburg, Belanda, 5 Februari 1896 ini ditunjuk sebagai Vikaris Apostolik Timor Olandese (nama pertama Keuskupan Atambua) pada 1 Juni 1937.Pada 11 November 1948 Mgr Jacques Pessers ditunjuk lagi menjadi Vikaris Apostolik Atambua, sebab nama keuskupan berubah dari Vikariat Apostolik Timor Olandese menjadi Vikariat Apostolik Atambua.Mgr Jacques Pessers pensiun dari jabatannya sebagai Uskup Atambua pada 14 November 1957 dan meninggal pada 3 April 1961.

Mgr. Theodorus van den Tillaart, SVD

Uskup Atambua kedua adalah Mgr Theodorus van den Tillaart SVD. Ia ditunjuk menjadi Uskup Atambua pada 14 November 1957, dan ditahbiskan pada 29 Juni 1958.Ketika Vikariat Apostolik Atambua ditingkatkan statusnya menjadi Keuskupan Atambua, Mgr Van den Tillaart masih dipercaya untuk menjadi uskup. Ia meninggal pada 7 Mei 1991 di usia 81 tahun.

Mgr. Anton Pain Ratu, SVD

Uskup Atambua ketiga adalah Mgr Anton Pain Ratu SVD. Uskup kelahiran Tanah Boleng, Flores, 2 Juni 1929 ini adalah uskup pribumi pertama untuk Keuskupan Atambua. Sebelum resmi menjadi Uskup Atambua, Mgr Anton terlebih dahulu menjadi Uskup Auxilier Atambua.Mgr Anton ditunjuk sebagai Uskup Auxilier Atambua pada 2 April 1982. Ia baru resmi menduduki takhta Keuskupan Atambua pada 3 Februari 1984, dan pensiun pada 2 Juni 2007.

Mgr. Dominikus Saku, Pr

Uskup Atambua keempat, yang masih menjabat sampai sekarang adalah Mgr. Dominikus Saku, Pr. Dalam sejarah Keuskupan Atambua, Mgr Domi adalah uskup pertama dari kalangan imam projo Keuskupan Atambua.Mgr Domi lahir di Taikas, Timor, pada 3 April 1960. Setelah menempuh pendidikan calon imam selama kurang lebih 12 tahun, ia ditahbiskan menjadi imam pada 29 September 1992.Mgr Domi ditunjuk menjadi Uskup Atambua pada 2 Juni 2007, bersamaan dengan berhentinya Mgr Anton dari jabatannya sebagai Uskup Atambua. Mgr Domi menerima tahbisan espiskopal pada 21 September 2007.Tahun ini, Mgr Domi genap 10 tahun menjadi Uskup Atambua. Sepuluh tahun tentu bukan waktu yang singkat. Sudah banyak hal yang dilakukan Mgr Domi untuk perkembangan keuskupan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini.

 

KEPEMIMPINAN KEUSKUPAN ATAMBUA

 Paus : Fransiskus

 Uskup : Mgr. Dominikus Saku

 Vikaris Jendreal : R.P. Vincentius Wun, S.V.D.

 Vikaris Yudisial : R.D. Mateus do Rosario da Cruz

 Sekretaris : R.D. Kornelis Salem

 Ekonom : R.D. Yulius Selsus Nesi

 Uskup Emeretus : Anton Pain Ratu, S.V.D.

 

PAROKI PADA KEUSKUPAN ATAMBUA

 Keuskupan Atambua memiliki 62 paroki yang berada di wilayah Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara. Paroki-paroki yang berada di area yang sama dikelompokkan ke dalam suatu Dekenat, dengan satu imam yang menjabat sebagai Dekan. Keuskupan Atambua memiliki 4 Dekenat yaitu Dekenat Belu Utara memiliki 17 paroki, Dekenat Malaka memiliki 15 paroki, Dekenat Kefamenanu memiliki 10 paroki dan Dekenat Mena memiliki 10 paroki.

 

 Dekenat Belu Utara

 Katedral St Maria Immaculata, Bardao, Atambua Barat, Belu (1926)

 Paroki St Petrus Tukuneno, Tasifeto Barat, Belu (1988)

 Paroki St Agustinus Fatubenao, Kota Atambua, Belu (2002)

 Paroki St Maria Bunda Penebus Fatuketi, Kakuluk Mesak, Belu (2002)

 Paroki St Yohanes Pemandi Haliwen Kabuna, Kakuluk Mesak, Belu (2007)

 Paroki Tritunggal Mahakudus Sadi, Tasifeto Timur, Belu (1991)

 Paroki St Maria Stella Maris Atapupu Jenilu, Kakuluk Mesak, Belu (1883)

 Paroki St Paulus Wedomu Manleten, Tasifeto Timur, Belu (1994)

 Paroki St Petrus Lahurus Fatulotu, Lasiolat, Belu (1886)

 Paroki St Theodorus Weluli Dirun, Lamaknen, Belu (1980)

 Paroki St Aloysius Gonzaga, Haekesak Tohe, Raihat, Belu (2006)

 Paroki St Gerardus Nualain, Lamaknen Selatan, Belu (1939)

 Paroki St Maria Regina Pacis Fulur, Lamaknen, Belu (1975)

 Paroki St Antonius Padua Nela Naekasa, Tasifeto Barat, Belu (1971)

 Paroki Roh Kudus Halilulik Naitimu, Tasifeto Barat, Belu (1918)

 Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus Naitimu, Tasifeto Barat, Belu (2004)

 Paroki St Mikael Webora Raimanus, Raimanuk, Belu (2000)

 

 Dekenat Malaka

 Paroki St Maria Fatima Betun Wehali, Malaka Tengah, Malaka (1914)

 Paroki St Fransiskus Xaverius Bolan Fahiluka, Malaka Tengah, Malaka (1966)

 Paroki St Antonius Padua Kleseleon, Weliman, Belu (2002)

 Paroki St Yohanes Baptista Besikama Umatoos, Malaka Barat, Malaka (1938)

 Paroki St Mikael, Biudukfoho, Rinhat, Malaka (1959)

 Paroki St Yohanes Rasul Webriamatan, Wewiku, Belu (1966)

 Paroki Salib Suci Weoe, Wewiku, Belu (1984)

 Paroki St Yohanes Rasul Rafau Bonibais, Laen Manen, Belu (2004)

 Paroki Kristus Raja Seon Wemeda, Malaka Timur, Malaka (1939)

 Paroki St Yohanes Pemandi Kaputu Manulea, Sasitamean, Malaka (2003)

 Paroki St Maria Nurobo Meotroy, Laen Manen, Belu (1976)

 Paroki St Lukas Wekfau Fatuaruin, Sasitamean, Malaka (2002)

 Paroki St Laurensius Wemasa Litamali, Kobalima, Belu (2004)

 Paroki Salib Suci Alas, Kobalima Timur, Malaka (1975)

 Paroki Kristus Raja Kamanasa, Malaka Tengah, Belu (2005)

 

 Dekenat Kefamenanu

 Paroki St Yohanes Pembaptis Naesleu Kefamenanu Selatan, TTU

 Paroki St Antonius Padua Sasi, Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara (2003)

 Paroki St Paulus Maubam Manikin, Noemuti Timur, TTU (2003)

 Paroki St Nikolas Bijaepasu, Miomaffo Tengah, TTU (1969)

 Paroki St Maria Regina Oeolo, Musi, TTU (1962)

 Paroki St Perawan Maria diangkat ke Surga, Eban, Miomaffo Barat, TTU (1949)

 Paroki St Bernardus Naekake B, Mutis, TTU (1984)

 Paroki St Yohannes Vianney Maubesi, Insana Tengah, TTU (1937)

 Paroki St Fransiskus Assisi Mamsena Atmen, Insana Barat, TTU (1975)

 Paroki St Maria Penyelenggara Segala Rahmat, Kiupukan Maubesi, Insana Tengah, TTU (1929)

 Paroki St Andreas Rasul Tunbaba Amol, Miomaffo Timur, TTU (1975)

 Paroki St Arnoldus Jansen Jak, Miomaffo Timur, TTU (2009)

 Paroki Kristus Raja, Haumeni, Bikomi Utara, TTU (1984)

 Paroki St Antonius Maria Claret Oenopu Teba Timur, Biboki Tanpah, TTU (2015)

 Paroki St Theresia, Aplasi, Kefamenanu, TTU (1937)

 Paroki St Sesilia Kotafoun, Biboki Anleu, TTU (1939)

 Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Banfanu, Noemuti, TTU (1925)

 

 Dekenat Mena

 Paroki St Filomena Mena Oesoko, Insana Utara, TTU (1994)

 Paroki St Maria Bunda Allah Ponu, TTU (1975)

 Paroki St Fransiskus Xaverius Fatuoni, Amanatun Utara, TTS

 Paroki Hati Kudus Yesus Manumean, Biboki Feotleu, TTU (1952)

 Paroki St Petrus dan Paulus, Lurasik Hauteas, Biboki Utara, TTU (1985)

 Paroki St Petrus Kanisius Manufui Upfaon, Biboki Selatan, TTU (1939)

 Paroki St Fransiskus Xaverius Wini Humusu C, Insana Utara, TTU (2006)

 Paroki St Yosef Manamas, Naibenu, TTU (1964)

 Paroki St Yohanes Pemandi Bakitolas, Naibenu, TTU (2004)

 Paroki St Antonius Padua Fatinesu, TTU (2000)

 

BUKU BAPTIS

 Keberadaan Buku Baptis di dalam sebuah gereja dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam kaitannya dengan sejarah berdirinya dan perkembangan umat dari tahun ke tahun.Buku baptis itu sendiri berdasarkan pengakuan beberapa tokoh dari dua gereja tersebut menjadi salah satu petunjuk atau sumber penelusuran sejarah masa lampau tentang berdirinya gereja dan mengenal tokoh-tokoh perintis.

Menurut Sekretaris Paroki St. Petrus Langowan Herman Kaligis bahwa menjaga Buku Baptis di secretariat paroki tidak sama dengan menjaga buku-buku di perpustaan secara umum, karena hal itu mirip dengan tanggung jawab menjaga barang berharga di sebuah brankas.

“Buku Baptis dan beberapa dokumen serta arsip penting milik gereja kalah jauh jumlahnya dengan ribuan buku yang ada di perpustaakaan umum. Akan tetapi yang membuat hal ini terasa istimewa adalah tanggung jawab agar jangan sampai ada satu pun catatan pembaptisan hilang,”

Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa adalah sangat penting untuk menerapkan manajemen dokumentasi dokumen dan arsip gereja dalam berbagai bentuk, tak terkecuali foto seluruh komponen umat yang ada dalam suatu komunitas gereja,